Agu 19

csh0070 Puasa kok tambah Gemuk?Pernah terbersit nggak? saat puasa Ramadhan, lalu kita ingin setelah selesai nantinya badan kita menjadi langsing, atau minimal agak berkurang lah.. timbangan badan kita...??? Pernah? Hati-hati dengan niat kita, semoga kita bisa berpuasa dengan niat "karena Alloh SWT" saja. Tak ada alasan atau tujuan lain.. Amin! Pernah coba untuk meringankan berat badan, tapi justru yang didapat berat badan justru NAIK!? Aneh kan? Kok bisa? Intiiipp....

Saat timbangan badan sudah mencapai angka 80kg, berarti ALARM untuk segera menahan laju semakin gencar. Makan harus dijaga (SATPAM) alias semakin hati-hati.. Sampai dengan, mencoba untuk berpuasa... Bisa sekali-sekali... sampai beberapa hari.

Nah... Ada cerita nih.. silakan simak : (diambil dari detik.com)

Ketika berpuasa seharusnya tubuh menjadi lebih ramping dan sehat, karena waktu makan hanya menjadi dua kali dalam sehari. Tapi banyak yang mengalami saat bulan puasa berat badan malah meningkat alias menjadi gemuk. Mengapa bisa begitu?

Pada saat puasa, lazimnya berat badan tubuh menjadi menurun karena waktu mengonsumsi makanan terbatas. Tapi bila orang salah menerapkan pola makan, maka berat badan bisa meningkat dengan tajam.

thin2fat Puasa kok tambah Gemuk?Puasa biasanya membuat orang mengurangi aktivitas fisiknya. Sebaliknya makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka tetap dalam porsi untuk orang beraktivitas alias banyak gerak.

"Pada prinsipnya, orang menjadi gemuk karena makanan yang dikonsumsi lebih banyak daripada makanan yang diolah menjadi tenaga. Hal ini banyak terjadi di bulan puasa," ungkap Dr Samuel Oetoro, SpG.K., ahli gizi klinik FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Rabu (18/8/2010).

Dr Samuel menjelaskan, biasanya orang yang berpuasa akan makan berlebihan ketika sahur karena takut lemas atau makan balas dendam saat buka. Sedangkan di pagi dan siang harinya, aktivitas fisik yang dilakukan berkurang, banyak tidur dan jarang sekali bergerak.

Alhasil, lemak di dalam tubuh yang menyebabkan berat badan tidak kemana-mana dan akhirnya meningkat meski sedang puasa karena jarang melakukan aktivitas fisik.

Ditambah lagi, kebanyakan orang melakukan balas dendam pada saat berbuka. Orang biasanya 'murka' dan makan semua makanan yang manis, kolak dengan santan, makanan berlemak dan gorengan, yang semuanya berkalori tinggi.

"Kebanyakan orang justru cenderung makan makanan berlebih ketika sedang puasa daripada hari-hari normal, sedangkan aktivitas fisiknya cenderung berkurang," jelas dokter yang juga berpraktik di Semanggi Spesialist Clinic.

timbangan Puasa kok tambah Gemuk?Menurut Dr Samuel, agar berat badan tidak naik saat puasa seharusnya orang tetap mengontrol pola makan dan berolahraga.

Dr Samuel juga merekomendasikan beberapa hal agar orang tidak gemuk saat bulan puasa:

  1. Tidak berlebihan makan makanan atau minuman yang manis, seperti sirup, kolak, es buah dan lainnya. Makanlah secukupnya.
  2. Kurangi santan, makanan berlemak, gorengan dan makanan yang berlemak dan berkalori tinggi lainnya.
  3. Jangan jadikan saat berbuka puasa sebagai ajang balas dendam, tetap kontrol pola makan dengan perbanyak sayur dan buah.
  4. Tetap berolahraga meski sedang puasa, setidaknya setelah subuh dan 30 menjelang buka puasa. Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda, berenag atau olahraga ringan lainnya.

Saya sih, kurang olah raga (baca: malas); maka, mesti dijaga benar apa yang saya makan dan pola-nya. Sebulan lalu saya ketemu dengan dokter umum (Dr. Henri); ternyata pola makan saya salah kaprah. Dan itu sudah berjalan lama sekali; maka... sekarang ini saya sedang menjalani pemulihan. Weuihhh.... moga2 sukses dah!

Secara Sunnah Rasul, ini ada beberapa yang bisa kita ikuti agar selama puasa Ramadhan ini, badan bertambah SEHAT dan LEBIH BAIK daripada sebelumnya ...

1. Mengakhirkan sahur
Disunahkan mengakhiri waktu makan sahur dengan waktu yang tak jauh dari saat terbit fajar. Telah diriwayatkan dari Anas r.a., dari Zaid bin Tsabit r.a., bahwasanya dia pernah berkata: "Kami pernah makan sahur bersama Nabi SAW, setelah itu Beliau langsung berangkat shalat ". Aku tanyakan: “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Dia menjawab, “kira-kira sama seperti bacaan limapuluh ayat. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, IV/118 dan Imam Muslim, 1097).

Hikmah mengikuti sunnah Nabi SAW dengan mengakhirkan sahur memang banyak manfaatnya bagi tubuh. Tubuh akan mempunyai tenggang waktu yang cukup guna membakar makanan untuk diubah menjadi energi, sehingga badan tidak akan lemas pada siang hari.

2. Hindari tidur setelah makan sahur
Kebanyakan orang sering tidur setelah makan sahur. Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya, karena makan sahur saat masih tengah malam atau jauh dari terbit fajar. Selain tidak mengikuti sunnah mengakhirkan sahur, shalat subuh mungkin tak bisa terjaga dengan baik. Keadaan ini akan membuat tubuh semakin lemas pada siang hari.

3. Hindari sikap bermalas-malasan
Bermalas-malasan tidak dianjurkan dalam Islam, lebih-lebih di bulan Ramadhan. Tetaplah aktif melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk amalan-amalan yang mendatangkan pahala serta olah raga ringan. Berolah raga bisa dilakukan pagi hari, misalnya jalan, lari di tempat, bersepeda atau yang lainnya. Aktivitas pada saat puasa justru dapat merangsang pengeluaran hormon-hormon anti insulin yang berfungsi melepas gula darah dari simpanan energi, sehingga kadar gula darah tidak menurun dan pada akhirnya tubuh tetap segar bugar sepanjang haru.

Apabila kantuk menyerang di pagi hari, segera saja berolahraga secukupnya untuk membakar simpanan makanan supaya menjadi energi, kemudian lanjutkan aktivitas Anda seperti biasanya, misalnya taddarus Al Quran, bekerja, dsb.

4. Tidur Cukup
Usahakan untuk cukup tidur agar sel-sel otot dan organ tubuh dapat pulih kembali, baik siang maupun malam. Masing-masing orang berbeda-beda dalam memenuhi kebutuhan jam tidurnya, yang penting tidak berlebihan. TIdur berlebihan malah menyebabkan tubuh loyo, kulit wajah kering, dan tidak segar.

5. Menyegerakan berbuka
Menyegerakan berbuka merupakan sunnah Rasululloh SAW dan akan mendatangkan kebaikan. Dari Sahl bin Sa’adz bahwa Rasululloh SAW telah bersabda: Umat manusia aini akan tetap baik selama mereka menyegerakan buka puasa. (Riwayat Bukhari, IV/73 dan Muslim, /1093)

6. Saat berbuka memualai dengan makan dengan rasa manis
Saat berbuka, awali dengan makanan atau minuman manis, seperti kurma atau teh manis, atau munuman manis lainnya. Demikian juga Rasululloh telah memerintahkan untuk berbuka puasa dengan kurma. Jika tidak memiliki kurma maka hendaknya dengan air.

Dari Anas bin Malik r.a , dia bercerita: “Nabi SAW biasa berbuka dengan beberapa buah ruthab (kurma segar) sebelum mengerjakan shalat. Jika beliau tidak mendapatkan ruthab, maka beliau SAW berbuka dengan beberapa buah tamr(kurma masak yang sudah lama dipetik). Dan jika tidak mendapatkan tamr, maka beliau meminum Air".

7. Hindari minum air dingin atau es.
Sudah disebut diatas, apabila tak ada kurma, minumlah air putih. Pada saat puasa, tubuh mengalami dehidrasi, sehingga apabila dibasahi dengan air akan sangat bermanfaat memberi kesegaran bagi tubuh. Sebaiknya hindari untuk langsung minum air dingin atau air es, karena akan menyebabkan perut kembung. Juga minuman yang mengandung pemanis buatan, karena pemanis ini tidak mengandung kalori, sehingga akan menambah kelesuan. Jangan pula mengkonsumsi minuman bersoda, karena dapat berakibat buruk bagi perut.

8. Berbuka hendaknya dilakukan secara bertahap
Setelah berbuka dengan makanan / minuman yang manis, sebaiknya perut istirahat terlebih dahulu lebih kurang 30 atau  60 menit sebelum menyantap hidangan berbuka lainnya. Pada saat menyantap makan pun, sebaiknya dilakukan secara bertahap, jangan langsung berlebihan, supaya perut (lambung) tidak kaget dan mendadak kerja keras, sehingga menjadikan Anda malas melakukan aktifitas selanjutnya. Sebaliknya, jangan makan terlalu sedikit, sebab hal ini akan menurunkan daya tahan tubuh sewaktu berpuasa.

9. Mengkonsumsi makanan berserat.
Perbanyaklah makan sayur dan buah saat akan berbuka atau sahur. Selain mengurangi kekeringan tubuh (karena kandungan air dalam makanan berserat cukup tinggi), tubuh juga dapat menahan rasa lapar lebih lama dengan makanan berserat. Hal ini diakibatkan tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan berserat. Demikian juga daging hewan berkaki empat dan unggas bisa bertahan lama di perut.

10. Banyak minum air putih
Pada malam hari dan saat tisahur, perbanyaklah minum air putih, serta selingan dengan bahan berkalori tinggi, misalnya madu, kurma, gula, susu, dan lain-lain untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dari aktifitas di siang hari yang banyak mengeluarkan keringat, baik di ruangan terbuka maupun di ruangan ber AC.

11. Mengkonsumsi makanan bergizi
Perbanyak makanan yang mengandung lima unsur gizi lengkap, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral, agar tubuh tetap sehat. Vitamin yang perli dikonsumsi setiap hari adalah Vitamin A, B, dan C yang banyak terdapat pada buah berwarna merah dan kunung, sayuran berwarna hijau tua atau kacang-kacangan.

12. Tetap menggosok gigi dan mandi
Dianjutkan tetap menggosok gigi, menyiramkan air dingin pada kepala, dan juga mandi. Gosok gigi boleh dilakukan oleh orang yang berpuasa, demikian juga tidak ada masalah dengan berkumur dan ngadem. Dalam suatu riwayat disebutkan , Rasululloh SAW pernah menyiramkan air pada kepalanya, sedangkan beliau SAW dalam keadaan berpuasa, karena haus atau panas yang menyengat. Ibarat tanaman, jika kekeringan, maka apabila disiram air, tanaman tersebut menjadi segar kembali.

Semoga, kita diberikan kekuatan untuk melakukannya... dan mendapatkan KEBERKAHAN bulan suci Ramadhan ini. Amin

Comments are closed.

preload preload preload
yahyapramana-linkworth1